Jangan Terkecoh! Ini Awal Nubuatan Reformer Yang Dijanjikan Atau Sebagai Muslih Mauud
(21/2) Palangka Raya - Setiap tanggal 20 Februari merupakan momentum spesial bagi setiap ahmadi untuk kembali mengenang nilai spiritual dan keajaiban takdirullah tergenapi pada orang pilihannya. Bagaimana kekejaman dan agresi para penentang yang dilayangkan kepada utusannya dan bagaimana takdirullah dan dukungan-Nya untuk mengkonter makar-makar para musuh. Pada tanggal 20 Februari 1886 Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad as memdapatkan wahyu tentang kelahiran putranya yang dijanjikan. Sosok anak tersebut yang akan menggenapi karunia sebagai Muslih Mauud (Reformer Yang Dijanjikan).
Siapa sosok Muslih Mauud itu? beliau adalah Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra putra ke tiga dari Hadhram Mirza Ghulam Ahmad as, pendiri Jemaat Ahmadiyah. Kelahiran Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra menjadi kontrofersial tatkala ayahanda beliau menyebarkan nubuatan janji Allah taala terkait kedatangan anak laki-laki beliau ini namun faktanya anak yang pertama lahir adalah seorang perempuan yang tidak lama kemudian beliau fawat dalam usia bayi yang bernama Ismat. Kemudian anak kedua lahir yang beliau beri nama Basyir Ahmad. Namun sesuai nubuatannya bahwa sosok putra yang bernama Basyir (Basyir Awal) akan berumur singkat seperti tersirat di dalam wakyu di bawah ini, :
Artinya : "Bergembiralah, karena seorang anak laki-laki tampan dan suci akan dianugerahkan kepadamu. Kamu akan memperoleh seorang khadim yang suci. Anak laki-laki itu aka menjadi keturunanmu yang berasal dari benihmu. Anak laki-laki tampan itu datang laksanan tamu kamu. Namanya Immanuel dan juga Basyir."
Dalam pemenuhan janji-Nya, Allah taala Yang Maha Mengetahui mempunya cara-Nya tersendiri. Pada saat itu para ulama dan penentang terkecoh dan tergesa-gesa melontarkan tuduhan dusta terhadap Pendiri Jemaat Ahmadiyah. Mereka beranggapan bahwa kedua anak yang lahir dan tidak lama kemudian wafat dalam usia kecil merupakan bukti kedustaan beliau atas nubuatannya. Bila kita baca seksama bahwa padahal di dalam nubuatan tersebut tertulis "layaknya tamu kamu" ini mengindikasikan bahwa anak tersebut tidak akan berusia panjang layaknya tamu yang apabila berkunjung maka dalam waktu dekat akan kembali pulang.
Perlu kami sampaikan bahwa Pendiri Jemaat Ahmadiyah diawal pengumumannya menyatakan bahwa Allah ta'ala menetapkan masa pemenuhan nubuatan ini selama sembilan tahun. Pengumuman ini beliau tulis di dalam bukunya yang berjudul Majmuah Ishtiharat, Vol.1, Hal.117.
"Dalam Pengumuman tanggal 20 Februari 1886.... terdapat suatu nubuwatan tentang kelahiran seorang putra yang shaleh, yang mempunyai sifat yang dijelaskan dalam maklumat itu... Putra itu menurut janji Tuhan, pasti akan lahir dalam kurun waktu sembilan tahun, cepat atau lambat, tetapi pasti dalam jangka waktu itu."
"Setelah disampaikan pengumuman tersebut, aku berdoa kembali untuk penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini, dan kepadaku diberitahukan hari ini 8 April 1886 oleh Tuhan Maha Kuasa, bahwa tidak lama lagi seorang putra akan lahir. Periode itu bukan berarti hanya berlaku dalam satu kali masa kehamilan. Maknanya, putra itu bisa lahir dari kehamilan terdekat ini atau kehamilan berikutnya, tetapi tidak diberitahukan apakah yang akan dilahirkan dalam waktu dekat ini adalah putra yang dijanjikan itu, atau apakah dia akan lahir di waktu lain dalam waktu-waktu sembilan tahun mendatang."
Nama Basyir di dalam nubuatan tersebut merujuk kepada Basyir Ahmad yang tidak lama setelah lahir beliau wafat. Timbul pertanyaan kembali, lalu dimana penggenapan nubuatan untuk anak yang dijanjikan / Muslih Mauud?. Pendiri Jemaat Ahmadiyah menjelaskan bahwa isyarat untuk Anak Yang Dijanjikan atau Muslih Mauud di dalam wahyu tersebut ada tersirat di dalam kalimat dibawah ini :
Artinya : "Ia akn disertai dengan oleh karunia (Fadhel) yang datang bersamanya"
Di dalam buku Sabz Ishtihar, hal. 21 beliau menulis dibawah catatan kaki :
"Wahyu telah menjadi jelas yaitu.... nubuwat tentang Muslih Mau’ud diawali dengan perkataan; ‘Ia akan didampingi dengan karunia yang akan datang bersamanya’. Kemudian, wahyu tentang Muslih Mau’ud itu disebut Fadhel (kurnia)."
Jadi dapat disimpulkan bahwa Isyarat sosok Muslih Mauud atau Reformer Yang Dijanjikan merujuk kepada kata "Fadhel". bukan "Basyir". Berikut kami cantumkan teks nubuatan secara lengkap dalam bahasa urdu :
Komentar