Di Balik Asumsi, Meluruskan Kesalahpahaman Tuduhan Menginterpretasi Hadis "Laa Nabiyya Ba'di"
Ribuan tahun lalu dalam dunia islam telah lahir para ulama terkemuka. Mereka dikenal sebagai ahli sejarah islam, ahli hadis, ahli fiqih dll hingga karya-karya nya dikenang dan dipakai sebagai media belajar. Tidak sedikit dari para ulama modern mengambil rujukan dari buku-buku yang usianya sudah ribuan tahun sebagai salah satu acuan dalam mengambil keputusan. Diantara para ul ama itu adalah Abu Muhammad Abdullah bin Muslim bin Qutaibah al-Maruzi al-Dinawari atau sering dikenal dengan Ibnu Qutaibah. Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Arabi al-Hatimi ath-Thai al-Andalusi atau sering disebut Muhyiddin Ibnu Arabi. Abu Zakaria Muhyiddin an-Nawawi atau sering disebut Imam Nawawi dan Abu Abbas Taqiyuddin Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam bin Abdullah bin Taimiyah al-Harrani atau dikenal Ibnu Taimiyah. Dari sekian tema yang mereka tulis di dalam karya bukunya diantaranya adalah tentang hadis Nabi Rasululah saw : Ù„َا Ù†َبِÙŠَّ بَعْدِÙŠ ( Laa nabiyya ba'di ) "Tidak ada nabi setelahku...