Postingan

Berita Terbaru

Khuddam Connect Bersinergi, Keterlibatan Diri Dalam Mensukseskan Misi Jemaat

Gambar
  Khuddam Connect Gabungan, Tanggul Harapan Sabtu 17 Oktober 2026 (17/10) Seruyan - Majelis Khuddamul Ahmadiyah Kalimantan Tengah kembali mengadakan Khuddam Connect dengan mengusung tema "Keterlibatan Diri Dalam Mensukseskan Misi Jemaat", kegiatan berlangsung dengan khidmat, Tanggul Harapan, Sabtu 17 Oktober 2026. Kegiatan ini diadakan di Jemaat Tanggul Harapan dan acara ini mengusung konsep alam terbuka di depan halaman masjid. Suasa alam dan sejuk mengiringi kegiatan semakin khidmat. Panita pun dengan ketulusan melayani para peserta dengan sangat istimewa, menyajika santap malam, coffee dan snak ringan demi berlangsungya acara. Suasana Khuddam Connect, Peserta berkimpul ditengah alam terbuka Khuddam Connect kali ini dihadiri oleh dua majelis, Majelis Tanggul Harapan & Sampit dan Majelis Palangka Raya. Terdiri dari 11 Khuddam dan 5 Atfal. Antusias peserta sangat tinggi menghadiri acara ini. Acara dibuka oleh Qaid Majelis Tanggul Harapan, Ismail Firdaus, mengarahkan perse...

Di Balik Asumsi, Meluruskan Kesalahpahaman Tuduhan Menginterpretasi Hadis "Laa Nabiyya Ba'di"

Gambar
Ribuan tahun lalu dalam dunia islam telah lahir para ulama terkemuka. Mereka dikenal sebagai ahli sejarah islam, ahli hadis, ahli fiqih dll hingga karya-karya nya dikenang dan dipakai sebagai media belajar. Tidak sedikit dari para ulama modern mengambil rujukan dari buku-buku yang usianya sudah ribuan tahun sebagai salah satu acuan dalam mengambil keputusan. Diantara para ul ama itu adalah Abu Muhammad Abdullah bin Muslim bin Qutaibah al-Maruzi al-Dinawari atau sering dikenal dengan Ibnu Qutaibah. Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Arabi al-Hatimi ath-Thai al-Andalusi atau sering disebut Muhyiddin Ibnu Arabi. Abu Zakaria Muhyiddin an-Nawawi atau sering disebut Imam Nawawi dan Abu Abbas Taqiyuddin Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam bin Abdullah bin Taimiyah al-Harrani atau dikenal Ibnu Taimiyah. Dari sekian tema yang mereka tulis di dalam karya bukunya diantaranya adalah tentang hadis Nabi Rasululah saw : Ù„َا Ù†َبِÙŠَّ بَعْدِÙŠ   ( Laa nabiyya ba'di ) "Tidak ada nabi setelahku...

Awal Mula Maulid Nabi, Rujukan Beberapa Sumber

Gambar
  Pand angan Khalifatul Masih V terkait Siratun Nabi : Beliau a.s. bersabda lagi: “Apa yang Hadhrat Rasulullah  saw telah tunjukkan teladan di dalam setiap pekerjaan, itulah yang harus kita ikuti. Untuk membuktikan seseorang benar-benar mukmin sejati cukuplah dengan membuktikan dengan nyata apakah Rasulullah telah melakukan hal demikian atau tidak? Jika tidak, apakah beliau telah menyuruh untuk melakukannya? Hadhrat Ibrahim  a.s. adalah datuk moyang beliau dan beliau  a.s. patut dijunjung dan dihormati. Apa sebabnya beliau tidak menyuruh mengadakan peringatan maulid datuk (kakek) moyang beliau   yaitu Nabi Ibrahim a .s. ? Rasulullah  saw tidak pernah merayakan hari kelahiran Nabi Ibrahim  a.s. . Pendeknya pada hari maulud (kelahiran) Nabi Muhammad  saw , mengadakan peringatan atau perayaan atau mengadakan jalsah milad atau maulud tidak dilarang, dengan syarat di dalamnya tidak boleh dilakukan suatu perbuatan bid’ah. Di dalam perayaan itu sema...

Kesemarakan Siratun Nabi Saw, Teladan Suci Membangun Keharmonisan Di Tengah Umat Beragama

Gambar
Anggota menyimak materi Siratun Nabi, 12 September 2026 (12/9) -  Palangka Raya, s ecara historis  perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak bermula pada masa hidup Rasulullah maupun para sah abat. Tradisi ini lahir beberapa abad kemudian melaui dua dinasti besar yang memiliki motif keagamaan, sosil, politik yang berbeda. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati tiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah sebagai wujud syukur dan cinta kasih umat Islam kepada Rasulullah. Banyak dari kalangan umat muslim beragam cara untuk memperingatinya. Salah satu dari antaranya adalah Jemaat Ahmadiyah senantiasa mengadakan Siratun Nabi sebagai bentuk mengingatkembali sepak terjang dan riwat hidup Nabi Saw. Khalifah Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad ATBA bersabda bahwa setiap ahmadi hendaknya mengadakan Siratun Nabi setiap hari, hal ini dikarenakan setiap detik kehidupan Rasulullah Saw merupakan tarbiyat dan ta'lim bagi kehidupan sehari-hari. Pada hakikatnya bukan seke...

Masjid Nurul Khilafat Gelar Kajian Kitab Ek Gahalati ka Izalah, Jamaah Antusias Gali Khazanah

Gambar
  (8/8) Palangka Raya -  Masjid Nurul Khilafat sukses menyelenggarakan kegiatan kajian islam intensif berupa bedah buku  Ek Gahalati ka Izalah ( Menghapus Satu Kesalahan) dengan narasumber Mln.Mansyur A.Yahya.  Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh puluhan jemaah yang memadati ruang utama masjid untuk memperdalam literasi dan pemahaman keagamaan,  Sabtu 8 Agustus 2026. Dalam kajian kali ini, narasumber mengarahkan audiens untuk mencermati setiap kalimat yang ditulis dalam buku tersebut. Buku yang ditulis oleh Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s memiliki corak yang khas dalam penyusunan kalimatnya sehingga perlu kehati-hatian dan konsentrasi dalam mengkajinya. M emasuki pertengahan acara, antusiasme jemaah semakin terlihat nyata saat dibukanya sesi tanya jawab interaktif yang berlangsung cukup hangat. Banyak di antara jemaah yang mengajukan pertanyaan kritis seputar dalil dan sumber rujukan isi buku dalam menghadapi problematika umat k ontemporer saat ini s...