"Teladan Nabi SAW Solusi Melawan Tantangan Zaman", Jalsah Salanah Kalimantan Tengah & Selatan 2026 Berlangsung Sukses

foto bersama usai jalsah salanah/sumber:penulis


 (5/7) Palangka Raya - Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia sukseskan acara Jalsah Salanah 2026 mengusung tema "Saatnya Agama Menjadi Solusi, Bukan Sekedar Seremoni". Ratusan peserta dari wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan padati Masjid Nurul Khilafat,Palangka Raya, 5 Juli 2026

Tahun ini jemaat palangka raya kembali lagi menjadi tuan rumah jalsah salanah. Panitia wilayah telah melengkapi sarana dan prasarana untuk menunjang terselengarannya kegiatan ini.  Sodara ahmadi di Kalimantan Selatan turut hadir dalam acara jalsah sanalah.

Kegiatan ini telah terselengara dari tanggal 3 s.d 5 Juli 2026. Selama tiga hari para peserta mengukuti kegiatan-kegiatan rohani seperti shalat tahajud, shalat wajib berjamaah, menyimak pidato tentang isu moral serta peningkatan iman. 

Ketua pelaksana, Ahmad Nuruddin Isa mengatakan bahwa jalsah salanah merupakan suatu undangan dari Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Hz.Mirza Ghulam Ahmad, as. Mereka-mereka yang hadir dalam acara ini menjadi tamu-tamu spesial Hz.Masih Mauud a.s. Hendaknya mereka menyimak dan meneladani isi pidato-pidato yang akan disampaikan oleh para Muballigh.

Tujuan dari jalsah salanah ini adalah semata-mata untuk meningkatkan kembali keimanan, menyerap ilmu-ilmu agama serta memperkuat tali silaturahmi satu sama lain.

Juru bicara jalsah salanah, Mln.Mochamad Fahrizal, Shd menuturkan bahwa jalsah salanah tahun ini berjalan dengan khidmat dan lancar. Tentunya kita sangat berterimakasih atas bantuan dan dukungan oleh aparat pemerintah setempat serta selalu berkoordinasi dengan aparat kepolisian selaku lembaga penegak hukum dan keamana.

 Para peserta yang hadir hingga hari terakhir tercatat 234 orang terdiri dari 10 cabang yang tersebar di Kalimantan Tengah dan Selatan. Termasuk tamu undangan dari Kelurahan, RW, RT serta beberapa mahasiswi UIN Palangka Raya turut hadir dan menyimak pidato-pidato.

Mln.Mansyur Ahmad Yahya, Shd selaku Muballigh Daerah Kalteng mengatakan bahwa dengan karunia Allah swt acara berjalan dengan lancar. Pidato-pidato yang disampaikan selama acara merupakan jembatan dari solusi kemerosotan moral, serta perubahan ditengah masyarakat berawal dari pengendalian diri, kesucian pribadi dan melawan hawa nafsu. Sebagai model ideal para peserta harus menghadirkan Nabi saw sebagai solusi praktis bagi persoalan moral untuk melawan tantangan zaman dengan meneladani intergritas, keberanian dan kasih sayang beliau saw.

Harapannya adalah dengan terselenggaranya jalsah tahun ini mampu memberikan pesan cinta dan damai terhadap seluruh umat beragama. Melalui ajaran islam yang cinta kasih mampu memberikan kemananan dan perdamaian di tengah-tengah moderasi beragama, tantangan global dan politisasi identitas.



GALERI















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesbangpol Terbitkan SK Keberadaan Jemaat Ahmadiyah Di Kota Palangka Raya

Peringati 100 th JAI, Ahamdiyah Kalimantan Tengah Dan Selatan Gelar Jalsah Salanah, Seabad Penuh Cinta Dan Perdamaian

Bukan Sekedar Gerhana Bulan Dan Matahari, 1894 M / Ramadhan 1311 H