Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Di Balik Asumsi, Meluruskan Kesalahpahaman Tuduhan Menginterpretasi Hadis "Laa Nabiyya Ba'di"

Gambar
Ribuan tahun lalu dalam dunia islam telah lahir para ulama terkemuka. Mereka dikenal sebagai ahli sejarah islam, ahli hadis, ahli fiqih dll hingga karya-karya nya dikenang dan dipakai sebagai media belajar. Tidak sedikit dari para ulama modern mengambil rujukan dari buku-buku yang usianya sudah ribuan tahun sebagai salah satu acuan dalam mengambil keputusan. Diantara para ul ama itu adalah Abu Muhammad Abdullah bin Muslim bin Qutaibah al-Maruzi al-Dinawari atau sering dikenal dengan Ibnu Qutaibah. Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Arabi al-Hatimi ath-Thai al-Andalusi atau sering disebut Muhyiddin Ibnu Arabi. Abu Zakaria Muhyiddin an-Nawawi atau sering disebut Imam Nawawi dan Abu Abbas Taqiyuddin Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam bin Abdullah bin Taimiyah al-Harrani atau dikenal Ibnu Taimiyah. Dari sekian tema yang mereka tulis di dalam karya bukunya diantaranya adalah tentang hadis Nabi Rasululah saw : لَا نَبِيَّ بَعْدِي   ( Laa nabiyya ba'di ) "Tidak ada nabi setelahku...

Awal Mula Maulid Nabi, Rujukan Beberapa Sumber

Gambar
  Pand angan Khalifatul Masih V terkait Siratun Nabi : Beliau a.s. bersabda lagi: “Apa yang Hadhrat Rasulullah  saw telah tunjukkan teladan di dalam setiap pekerjaan, itulah yang harus kita ikuti. Untuk membuktikan seseorang benar-benar mukmin sejati cukuplah dengan membuktikan dengan nyata apakah Rasulullah telah melakukan hal demikian atau tidak? Jika tidak, apakah beliau telah menyuruh untuk melakukannya? Hadhrat Ibrahim  a.s. adalah datuk moyang beliau dan beliau  a.s. patut dijunjung dan dihormati. Apa sebabnya beliau tidak menyuruh mengadakan peringatan maulid datuk (kakek) moyang beliau   yaitu Nabi Ibrahim a .s. ? Rasulullah  saw tidak pernah merayakan hari kelahiran Nabi Ibrahim  a.s. . Pendeknya pada hari maulud (kelahiran) Nabi Muhammad  saw , mengadakan peringatan atau perayaan atau mengadakan jalsah milad atau maulud tidak dilarang, dengan syarat di dalamnya tidak boleh dilakukan suatu perbuatan bid’ah. Di dalam perayaan itu sema...

Beragam Bentuk Khalifah

Gambar
Terkait ayat Istikhlaf ini dijelasa beberapa hal : 1.         Nikmat yang disebut dalam ayat ini adalah sebuah janji, 2.         Janji ini akan tetap terwujud selagi umat senantiasa beriman dan beramal shaleh. 3.         Tujuan janji ini ialah; a.          Orang-orang Muslim juga akan mendapat nikmat sebagaimana yang telah diberikan kepada umat sebelumnya, Seperti difirmankan : لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۖ b.         Meneguhkan agama, c.          Mengubah ketakutan umat muslim dengan keamanan, d.         Menjauhkan syirik dan menegakkan ibadah kepada Allah Ta’ala.   Diakhir ayat ini, Allah Ta’ala memberikan penegasan dengan berfirman: وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰ...