Awal Mula Maulid Nabi Dirayakan, Rujukan Beberapa Sumber
1. Dinasti Fatimiyah di Mesir (Abad ke-10 M / ke-4 H)
Banyak sejarawan Islam, termasuk Al-Maqrizi, sepakat bahwa Dinasti Fatimiyah merupakan pencetus pertama perayaan resmi Maulid Nabi. Dinasti yang beraliran Syiah Ismailiyah ini memindahkan pusat pemerintahannya ke Kairo, Mesir, pada tahun 973 M. [1]
- Karakteristik Perayaan: Maulid dirayakan sebagai bagian dari festival resmi istana. Perayaan ini awalnya bersifat elitis dan tertutup bagi kalangan pemerintahan saja. [2]
- Tujuan Politik & Keagamaan: Fatimiyah mengklaim keturunan langsung dari Fatimah az-Zahra dan Ali bin Abi Thalib. Oleh karena itu, perayaan Maulid digunakan untuk menegaskan legitimasi kekuasaan mereka. Selain Maulid Nabi, mereka juga merayakan "Enam Maulid" lainnya, termasuk Maulid Ali bin Abi Thalib, Fatimah, Hasan, Husain, dan khalifah yang sedang berkuasa saat itu. [3]
2. Dinasti Ayyubiyah & Kesultanan Irbil (Abad ke-12 M / ke-6 H)
Setelah jatuhnya Dinasti Fatimiyah, tradisi ini diambil alih dan dimodifikasi secara besar-besaran oleh kalangan Islam Sunni. Dua tokoh sentral dalam fase ini adalah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pendiri Dinasti Ayyubiyah) dan iparnya, Raja Muzhaffar Abu Said Al-Kukabri (Gubernur Irbil di Irak). [4]
- Sebagai Pemantik Semangat Jihad: Sultan Salahuddin Al-Ayyubi mempopulerkan perayaan Maulid Nabi ke seluruh lapisan masyarakat untuk menggalang persatuan umat Islam yang kala itu terpecah belah. Momen ini dipakai guna membangkitkan militansi dan semangat juang kaum Muslim dalam menghadapi Perang Salib. [5]
- Perayaan Publik Besar-besaran: Di bawah pemerintahan Raja Muzhaffar di Irbil, perayaan Maulid dikemas secara megah, terbuka, dan melibatkan rakyat jelata. Beliau mengundang para ulama, ahli fikih, dan sastrawan untuk membaca puisi-puisi pujian bagi Nabi (seperti teks-teks syair), menyembelih ribuan hewan ternak untuk sedekah bumi, serta mengadakan pengajian massal. [6]
Sumber :
[1] https://lazisnur.id/sejarah-maulid-nabi-muhammad-saw/
[2] https://kabkutaitimur.baznas.go.id/berita/news-show/sejarah-maulid-nabi-perjalanan-tradisi-memuliakan-kelahiran-rasulullah/25938
[3] https://pontianakpost.jawapos.com/ragam/2608240049/sejarah-maulid-nabi-dari-fatimiyah-yang-disebut-berafiliasi-dengan-syiah-hingga-tradisi-nusantara
[4]https://www.sarungatlas.co.id/post/article/penyebaran-dan-perkembangan-tradisi-maulid-nabi-setelah-dinasti-fatimiyah
[5]https://alamisharia.co.id/blogs/momen/sejarah-hingga-dalil-peringatan-maulid-nabi/
[6]https://www.ums.ac.id/berita/mimbar/maulid-nabi-muhammad-asal-usul-dan-maknanya

Komentar